Dolar AS Melemah, Investor Pertimbangkan Data Ekonomi Baru

Kurs dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat karena investor mempertimbangkan beberapa data ekonomi terbaru.
Indeks Harga Konsumen (IHK) AS meningkat 0,2% pada Agustus dalam basis disesuaikan secara musiman, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (13/9/2018). Sementara itu, para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan kenaikan IHK sebesar 0,3%.
BERITA TERKAIT +
  • Laporan Beige Book The Fed Bikin Dolar AS Melemah
  • Kurangi Dolar AS, Rusia dan China Gunakan Mata Uang Sendiri
  • Data Ekonomi Terbaru Bawa Dolar AS Melambung Tinggi
Peningkatan indeks-indeks untuk tempat tinggal dan energi merupakan kontributor utama terhadap kenaikan IHK AS.

Dalam pekan yang berakhir 8 September, angka klaim pengangguran awal AS menurun 1.000 menjadi 204.000 dari tingkat yang direvisi minggu sebelumnya, menurut Departemen Tenaga Kerja.
Ini merupakan level terendah untuk klaim awal pengangguran sejak 6 Desember 1969 ketika itu berada di angka 202.000.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,30$ menjadi 94,5207 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,1692 dari USD1,1631 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3111 dari USD1,3055 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7195 dari USD0,7177 dolar AS.
Dolar AS dibeli 111,88 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,23 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9659 franc Swiss dari 0,9700 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2990 dolar Kanada dari 1.2987 dolar Kanada.

Comments

Popular posts from this blog

Kelola Keuangan Pribadi Kamu dengan 4 Teknologi Ini

Orang Kota Lebih Rentan Kena Penyakit Jantung? Intip Solusinya

Diserbu Pelamar, Sri Mulyani Ingin Jaring CPNS Terbaik buat Kemenkeu